HomeFreelancingPanduan Lengkap Investasi Deposito untuk Pemula di 2023

Panduan Lengkap Investasi Deposito untuk Pemula di 2023


Deposito masih menjadi instrumen investasi primadona masyarakat Indonesia. Hal tersebut dapat kita ketahui dari tingginya jumlah investor pada deposito.

Seperti pada grafik di bawah ini, deposito lebih unggul dibandingkan properti, emas, saham dan reksa dana.

Panduan Lengkap Cara Investasi Deposito untuk Pemula di 2023 3

Survei konsumen BI menunjukkan, hampir setengah atau sekitar 45,3-49,3% responden berinvestasi melalui tabungan/deposito pada 2017 hingga Maret 2020.

Sementara itu, penanaman modal melalui properti (tanah, rumah, apartemen) menyusul yang dipilih 21-22,5% responden dalam periode yang sama.

Maka tidak heran, jika simpanan nasabah di financial institution umum lebih banyak memilih deposito, kamu bisa lihat pada grafik di bawah ini.

Panduan Lengkap Cara Investasi Deposito untuk Pemula di 2023 4

Menurut laporan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), uang simpanan nasabah di financial institution umum secara nasional mencapai Rp8.030 triliun pada November 2022, naik 0,4% secara bulanan (month-on-month/mother) dan 8,7% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sebagian besar simpanan nasabah berupa deposito dengan nominal Rp2.933 triliun. Jumlah ini naik 2,5% (yoy) dan porsinya mencapai 36,5% dari complete simpanan di financial institution umum.

Tentu sebagai masyarakat yang awam akan deposito akan bertanya-tanya.

Kenapa deposito sangat populer dibandingkan instrumen investasi lainnya? Apa keuntungannya? dan bagaimana cara investasi deposito?

Nah, pada artikel kali ini saya akan membahas secara element tentang deposito yang mungkin perlu kamu ketahui

Apa itu deposito? dan karakteristiknya

Sebagai permulaan, Kamu harus tau dulu apa itu deposito.

Deposito adalah bentuk investasi di mana kamu menempatkan sejumlah uang pada suatu financial institution atau lembaga keuangan untuk jangka waktu tertentu dengan tingkat bunga tetap.

Setelah jangka waktu berakhir, kamu akan menerima kembali uang yang didepositkan beserta bunga yang telah ditetapkan sebelumnya. Ini adalah cara yang relatif aman untuk menghasilkan pendapatan tetap dari dana yang diinvestasikan.

Adapun karakteristiknya adalah:

  1. Jangka Waktu: Jangka waktu tetap, yang bisa berkisar dari beberapa bulan hingga beberapa tahun. Umumnya mempunyai jangka waktu mulai dari 1, 3, 6, dan 12 sampai dengan 24 bulan.
  2. Imbalan Bunga Tetap: Suku bunga biasanya lebih tinggi daripada tabungan biasa. Suku bunga ini tetap selama jangka waktu.
  3. Keamanan: Umumnya dianggap aman karena dijamin oleh lembaga penjaminan deposit (LPS) hingga batas tertentu.
  4. Likuiditas Rendah: Kamu tidak dapat mengakses dana sebelum jangka waktu berakhir tanpa denda atau kehilangan sebagian bunga.
  5. Pilihan Jangka Waktu: Kamu dapat memilih jangka waktu sesuai kebutuhan, mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, dan seterusnya.
  6. Minimal Deposit: Terdapat jumlah minimal yang harus kamu setorkan. Dulunya, minimal penempatan bisa jutaan, tapi sekarang modal Rp100 ribu bisa buka rekening.
  7. Penalti: Jika kamu menarik dana sebelum jangka waktu berakhir, biasanya ada penalti dalam bentuk denda atau potongan bunga.
  8. Pembaharuan: Setelah jangka waktu berakhir, kamu bisa memutuskan untuk memperpanjang dengan suku bunga yang berlaku saat itu.
  9. Tujuan Investasi Pendek: Cocok untuk tujuan investasi pendek atau mengamankan dana dalam jangka waktu tertentu.
  10. Tidak Dipengaruhi Pasar: Suku bunga tetap, sehingga tidak dipengaruhi oleh perubahan suku bunga pasar selama jangka waktu deposito.

Nah, sampai sini kamu udah tau kan secara umum apa itu deposito dan karakteristiknya?

Jenis-jenis deposito

  1. Deposito Berjangka: Ini adalah jenis paling umum. Kamu menyetorkan sejumlah dana ke financial institution untuk jangka waktu tertentu, misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan sebagainya. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya ditawarkan untuk jangka waktu yang lebih lama. Dana akan dikembalikan setelah jangka waktu berakhir.
  2. Deposito On Name: Jenis ini juga disebut “name deposit”. Memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan berjangka biasa.
  3. Sertifikat Deposito: Secara umum, sertifikat deposito bekerja serupa dengan dua jenis sebelumnya. Perbedaan dalam jenis satu ini ialah adanya sertifikat yang diterbitkan financial institution bagi setiap orang yang ingin melakukannya. Perlu diketahui juga bahwa sertifikat tidak diterbitkan dengan mengacu kepada perorangan atau lembaga dan perusahaan sehingga dalam perjalanannya lebih mudah untuk dipindahtangankan.

Perbedaan antara deposito konvensional dan deposito syariah

Oh ya, deposito itu tersedia dalam dua jenis loh, ada konvensional dan syariah.

Perbedaan antara konvensional dan syariah terletak pada prinsip-prinsip yang mendasari keduanya, diantaranya:

Konvensional Syariah
Prinsip dasar Financial institution memberikan bunga kepada nasabah atas dana yang didepositokan. Bunga dianggap sebagai imbalan untuk penggunaan dana oleh financial institution. Prinsip syariah Islam diterapkan. Nasabah dan financial institution berbagi risiko serta keuntungan atas dana yang didepositokan. Imbal hasil yang diberikan ke nasabah disebut bagi hasil.
Foundation Hukum Mengacu pada peraturan perbankan konvensional dan hukum negara terkait. Berdasarkan prinsip-prinsip syariah Islam yang diambil dari Al-Quran dan Hadis, serta fatwa DSN-MUI.
Keuntungan dan Risiko Keuntungan bagi nasabah berupa bunga tetap, tetapi risikonya lebih rendah karena bunga tetap dijamin. Keuntungan berasal dari pembagian laba yang telah ditentukan sebelumnya. Risikonya lebih tinggi karena laba atau rugi berbagi antara financial institution dan nasabah.
Pengelolaan Dana Financial institution mengelola dana nasabah dan bisa menggunakannya dalam berbagai investasi konvensional. Financial institution harus mengelola dana sesuai prinsip-prinsip syariah, dengan fokus pada investasi yang halal dan menghindari yang haram.
Tujuan Penggunaan Dana Dana dapat digunakan dalam berbagai sektor dan investasi tanpa mempertimbangkan kepatuhan syariah. Dana harus digunakan hanya pada sektor dan investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.
Keuntungan Sosial Tidak memiliki komitmen sosial khusus. Dapat memberikan manfaat sosial, seperti pendanaan bagi proyek-proyek yang bermanfaat dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Transparansi dan Informasi Informasi lebih mudah ditemukan karena konsepnya sudah dikenal secara luas. Membutuhkan pemahaman lebih mendalam tentang prinsip-prinsip syariah dan produk yang disediakan.
Perbedaan antara konvensional dan syariah

Selain perbedaan di atas, peraturan dan ketentuan konvensional dan syariah juga dapat bervariasi tergantung pada negara dan lembaga keuangan yang bersangkutan.

Keuntungan deposito

Keuntungannya meliputi:

  1. Keamanan: Dijamin oleh lembaga penjamin yaitu LPS, sehingga risiko kehilangan dana sangat rendah.
  2. Pendapatan Tetap: Kamu akan menerima bunga atau bagi hasil sesuai dengan tingkat yang telah ditentukan, tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar.
  3. Prediktabilitas: Kamu bisa tahu dengan pasti berapa banyak dana yang akan kamu terima saat jatuh tempo, memudahkan perencanaan keuangan.
  4. Investasi Aman: Cocok bagi kamu yang mencari investasi dengan risiko rendah dan lebih suka menjaga dana dalam jangka waktu tertentu.
  5. Diversifikasi Portofolio: Bisa menjadi bagian dari portofolio investasi kamu untuk memperluas diversifikasi.
  6. Tersedia untuk Semua: Terbuka bagi individu, perusahaan, atau lembaga lain yang ingin menyimpan dana dengan jangka waktu tertentu.
  7. Pilihan Jangka Waktu: Tersedia pilihan jangka waktu yang sesuai dengan kebutuhan finansial, mulai dari mingguan, bulanan bulan hingga beberapa tahun.
  8. Fleksibilitas: Setelah jangka waktu tertentu berakhir, kamu dapat memutuskan apakah ingin memperbaharui deposito atau mengambil dana.
  9. Mendorong Menabung: Memotivasi orang untuk menabung karena mengunci dana untuk jangka waktu tertentu.
  10. Opsi Pembayaran Bunga: Kamu dapat memilih untuk menerima bunga secara periodik atau di akhir jangka waktu.

Meskipun menawarkan banyak keuntungan, penting juga untuk kamu mempertimbangkan beberapa kelemahan seperti keterbatasan likuiditas dan kemungkinan tingkat bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan alternatif investasi yang lebih berisiko.

Sebelum membuka deposito, pastikan kamu memahami sepenuhnya syarat dan ketentuan yang berlaku serta membandingkan dengan pilihan investasi lainnya.

Cara menghitung bunga deposito, berserta rumusnya

Cara menghitung bunga dalam rupiah bergantung pada apakah deposito tersebut menggunakan bunga sederhana atau bunga majemuk.

Di sini, saya akan menjelaskan kedua metode tersebut:

Bunga Sederhana (Per jatuh tempo)

Bunga sederhana dihitung berdasarkan jumlah pokok dan tingkat bunga tetap.

Rumus:

Keuntungan Bunga Deposito = (Jumlah Setoran x Suku Bunga x Jumlah Tenor) : 365 hari

Contoh:

Jika kamu mendepositokan Rp10.000.000 dengan tingkat bunga 6% per tahun selama 12 bulan:

Bunga = 10.000.000 × 0.06 × 12/12 = Rp 600.000

Complete dana yang kamu terima di akhir jangka waktu adalah Rp 10.000.000 (pokok) + Rp 600.000 (bunga) = Rp 10.600.000.

Perhitungan di atas belum termasuk pajak deposito ya.

Bunga Majemuk (Per bulan)

Bunga majemuk dihitung berdasarkan jumlah pokok dan tingkat bunga.

Tetapi bunga yang diperoleh pada setiap periode (misalnya bulanan) akan ditambahkan ke pokok untuk menghitung bunga berikutnya.

Rumus:

Complete Bunga = (Jumlah Setoran x Suku Bunga x 80% x 30 hari) : 365 hari

*Angka 80% pada rumus di atas didapatkan dari persentase pendapatan dikurangi persentase pajak yang harus ditanggung yaitu 100% – 20%.

Contoh:

  • (Jumlah Setoran x Suku Bunga x 80% x 30 hari) : 365 hari
  • ( Rp 10.000.000 x 6% x 80% x 30 hari) : 365 hari
  • 14.400.000 : 365
  • = Rp39.452

Dari hasil perhitungan di atas, maka keuntungan bersih yang bakalan kamu dapatkan setiap bulannya adalah Rp39.452.

Ingatlah bahwa perhitungan di atas bersifat ilustratif dan bisa berbeda tergantung pada kebijakan financial institution dan frekuensi perhitungan bunga yang digunakan.

Pastikan untuk memahami bagaimana financial institution kamu menghitung bunga deposito agar tidak ada kebingungan mengenai jumlah yang kamu terima pada akhir jangka waktu.

Pajak deposito di Indonesia

Sayangnya, pajaknya besar.

Ya, jika berinvestasi di deposito akan dikenakan pajak. Pajak yang harus ditanggung adalah sebesar 20%.

Pajak bunga dapat diartikan juga sebagai Pajak Penghasilan (PPh) yang dikenakan atas penghasilan dari bunga yang diterima.

Dasar pengenaan pajak dari pajak deposito ini adalah Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 4 ayat 2.

Tarif pajak bunga sebesar 20% ini berlaku pada penempatan dana lebih dari Rp7.500.000. Sedangkan untuk besaran kurang dari Rp7.500.000 tidak akan dikenakan pajak.

Nah, dari perhitungan bunga sebelumnya, saya ada masukkan contoh perhitungan bunga termasuk pajak pada bunga majemuk (penghasilan per bulan).

Risiko deposito

Meskipun dianggap sebagai pilihan investasi yang relatif aman, ada beberapa risiko yang perlu kamu pertimbangkan:

  1. Risiko Likuiditas Terbatas: Mengharuskan kamu mengunci dana dalam jangka waktu tertentu. Jika membutuhkan uang secara mendadak selama periode tersebut, kamu mungkin harus membayar denda atau kehilangan sebagian bunga.
  2. Risiko Inflasi: Biasanya memiliki tingkat bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan potensi tingkat inflasi. Ini berarti nilai nyata dari uang kamu bisa berkurang seiring waktu jika inflasi melebihi bunga yang diterima.
  3. Risiko Bunga Rendah: Tingkat bunga bisa rendah tergantung pada kondisi pasar dan ekonomi. Ini dapat mengurangi potensi penghasilan dari investasi deposito yang kamu lakukan.
  4. Risiko Kesalahan Kalkulasi: Terkadang, ada ketidaksesuaian dalam perhitungan bunga atau dana yang dibayarkan oleh financial institution. Oleh karena itu, penting untuk memantau dan memeriksa pernyataan rekening dengan cermat.
  5. Risiko Perubahan Kebijakan: Kebijakan financial institution atau regulasi pemerintah dapat berubah, mempengaruhi tingkat bunga, perlindungan lembaga penjamin, atau aturan lainnya yang mempengaruhi deposito.
  6. Risiko Kepailitan Financial institution: Meskipun dijamin oleh lembaga penjamin, tetapi dalam kasus sangat jarang terjadi kebangkrutan financial institution, proses klaim mungkin memerlukan waktu dan menghadirkan beberapa ketidaknyamanan tentunya.

Meskipun risiko-risiko ini ada, deposito tetap dianggap sebagai investasi dengan risiko rendah, terutama untuk mereka yang mencari perlindungan modal dan stabilisasi keuangan.

Apakah deposito aman?

Sudah tidak diragukan lagi jika deposito termasuk salah satu investasi dengan risiko yang rendah. Apalagi dana yang kita tempatkan bisa di cowl oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jika financial institution tersebut merupakan anggota dari LPS.

Tapi tidak semua dijamin LPS.

Deposito dengan bunga yang lebih tinggi dari jaminan LPS tidak ter-cowl.

Misalnya Financial institution A punya bunga 6% per tahun. Sedangkan jaminan bunga LPS ada diangka 4,25%. Itu artinya, produk tersebut tidak dijamin oleh LPS.

LPS sebagai penjamin deposito

LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) adalah lembaga di Indonesia yang bertanggung jawab untuk menjamin simpanan masyarakat yang ditempatkan di financial institution atau lembaga keuangan yang berpartisipasi dalam program jaminan LPS.

Jadi, jika kamu memiliki deposito atau simpanan di financial institution yang terdaftar sebagai anggota LPS, simpanan kamu dijamin oleh LPS hingga batas tertentu.

Nilai simpanan yang dijamin oleh LPS paling tinggi sebesar Rp2 milyar per nasabah per financial institution sejak tanggal 13 Oktober 2008.

Apabila kamu mempunyai beberapa rekening simpanan pada satu financial institution, maka untuk menghitung simpanan yang dijamin, saldo seluruh rekening tersebut dijumlahkan. 

Lalu, jika simpanannya lebih dari Rp2 miliar bagaimana?

Jumlah simpanan di atas Rp 2 milyar akan diselesaikan oleh Tim Likuidasi berdasarkan hasil likuidasi kekayaan financial institution.

Beberapa poin penting mengenai LPS sebagai penjamin:

  1. Jaminan Batas: LPS menjamin simpanan hingga batas tertentu per nasabah per financial institution. Jumlah jaminan ini dapat berubah sesuai dengan regulasi yang berlaku. Jika jumlah simpanan kamu melebihi batas jaminan, maka bagian yang melebihi mungkin tidak dijamin.
  2. Keamanan: Prinsip dasar LPS adalah memberikan perlindungan kepada nasabah financial institution dalam hal financial institution mengalami kesulitan finansial atau bahkan kebangkrutan. Ini memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada masyarakat terkait keamanan dana mereka.
  3. Biaya: LPS didanai oleh kontribusi dari bank-bank yang terdaftar sebagai anggota, sehingga nasabah tidak perlu membayar biaya tambahan untuk jaminan ini.
  4. Prosedur Klaim: Jika terjadi situasi di mana financial institution mengalami masalah keuangan, dan kamu perlu melakukan klaim pada LPS, prosedur klaim akan ditetapkan oleh LPS sesuai dengan regulasi yang berlaku.
  5. Penanganan Financial institution Bermasalah: Jika financial institution mengalami masalah keuangan, LPS bisa terlibat dalam proses penanganan dan restrukturisasi financial institution untuk meminimalkan dampak negatif pada nasabah dan sistem keuangan secara keseluruhan.

Penting untuk selalu memastikan bahwa financial institution tempat kamu menempatkan simpanan adalah anggota LPS dan memahami batasan serta ketentuan perlindungan yang diberikan.

Ini membantu kamu mengelola risiko dan merasa lebih tenang mengenai keamanan dana.

Pengalaman saya dalam melakukan deposito

Meskipun saya lebih senang investasi pada saham dan reksa dana, tidak ada salahnya mencoba berinvestasi juga di deposito, sebagai upaya diversifikasi.

Oleh karena itu, pada artikel ini saya juga mau berbagi pengalaman setelah kurang lebih 4 tahun menempatkan dana di berbagai financial institution.

Cara membuka rekening deposito

Kini untuk buka rekening deposit tidak perlu lagi ke kantor cabang financial institution.

Hampir semua bank-bank besar dan financial institution digital telah menyediakan fitur on-line.

Dengan begitu, kamu bisa dengan mudah membuka rekening deposit hanya melalui genggaman.

Saya pribadi telah mencoba beberapa produk dari berbagai financial institution, di antaranya:

  1. Pengalaman di Financial institution Permata
  2. Pengalaman di Financial institution Mandiri
  3. Pengalaman di OCBC NISP
  4. Pengalaman di BCA
  5. Pengalaman di Seabank
  6. Pengalaman di Neobank
  7. Pengalaman di BSI
  8. Pengalaman di Financial institution Jago
  9. Pengalaman di blu BCA Digital

Kamu bisa buka hyperlink di atas dan membaca tutorial cara membuka rekening deposito di berbagai financial institution.

Cara mencairkan deposito financial institution

Umumnya pencairan akan dilakukan otomatis oleh sistem saat jatuh tempo tiba. Jadi, kamu gak perlu khawatir soal dana yang kamu tempatkan.

Hanya saja, beberapa financial institution punya langkah further dalam melakukan pencairan dana. Misalnya Financial institution BCA.

Jika kamu melakukan deposito BCA on-line, maka pencairan harus dilakukan secara guide melalui aplikasi. Ini karena saat melakukan penempatan dana, tidak ada opsi Non-ARO pada aplikasi myBCA.

Beda lagi halnya dengan financial institution OCBC NISP.

Jaman saya lakukan penempatan dana melalui aplikasi ONe obile pada tahun 2020 silam, pencairan hanya bisa dilakukan di kantor cabang.

Saya sedikit kecewa saat itu, buka deposito bisa dengan mudah melalui aplikasi dan pencairan harus ke kantor cabang. Rasanya ineffective banget aplikasinya.

Tapi ikut kenangan jaman outdated.

Sekarang, ada banyak financial institution yang memberikan kemudahan dalam pencairan deposito hanya dengan aplikasi saja. Jadi tidak perlu repot ke kantor cabang Financial institution.

Bagaimana, menarik gak nih investasi deposito menurut kamu?

Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat.

Jika kamu ada pertanyaan atau mau berbagai pengalaman kamu dalam melakukan investasi deposito, jangan ragu untuk meninggalkan komentar di bawah ini.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments